Nasihat Dari Guru

Sahabats,

Mengingat dan merenungkan nasihat Guru adalah kewajiban seorang muridkresno 1 yang baik. Diharapkan dari perenungan tersebut, semangat kita terpompa untuk mengamalkannya. Apalagi jika nasihat Sang Guru kita selalu merujuk kepada Al-Quran.

Nah, sahabats, berikut ini kami sajikan ayat-ayat yang mendasari Nasihat Guru, tentang sebagian ‘Bekal dalam Perjalanan’.

Selamat merenungkan….

Janji hendaknya Ditepati

16 91

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (TQS.16:91)

48 10

tangan tuhan 1

“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (TQS.48:10)

7 172

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,” (TQS.7:172)

Kita semua telah berjanji dan bersaksi kepada Allah untuk menjadikan Dia sebagai Rabb kita, maka kita harus berjuang untuk memenuhi janji persaksian tersebut.

Kalau bertaubat harus sampai Taubat An-Nashuha

66 8

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubat an-nashuha), mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.” (TQS.66:8)

arab 37 ayat 40-43

“tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezeki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan.di dalam surga-surga yang penuh nikmat,” (TQS.37:40-43)

20 74

“Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” (TQS.20:74)

Kita harus bertaubat hingga mencapai derajad hamba yang mukhlasin (yang disucikan, al-muthahharun), sebab golongan inilah yang memperoleh sorga, sedangkan barangsiapa ajal dengan membawa dosa, baginya neraka jahanam.

Petunjuk Allah diberikan kepada Qalbu al-Mukminun

64 11

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada qalbu (hati)nya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

5 35

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (TQS.5:35)

Hamba yang al-mukhlasin, qalbunya mampu menerima Petunjuk Allah. Namun demikian, kita harus untuk mencar al-washilah (sarana pendekatan diri kepada-Nya), serta tetap berjuang agar mencapai derajat al-muflihun (orang-orang yang memperoleh keberuntungan), orang-orang senantiasa memperoleh petunjuk Allah dalam kehidupannya.

2 5

“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS.2:5)

Wallahu a’lam bi shawwab

Sumber Gambar:

1. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:bIht5k0Hf_8ylM:http://www.batikgacul.com/images/abiyasa.jpg

2. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:2tZVHfUWCSRy-M:http://i200.photobucket.com/albums/aa117/shu_5u/KenYata2npituln9ittrbka.jpg

3. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:nF2JOEYxROoWvM:http://www.santiebeati.it/immagini/Original/20280/20280.JPG

3 responses to “Nasihat Dari Guru

  1. Kok ada gambar Yesusnya? Gak cocok dengan ayat Al-Qur’annya.

    • @ Vijay: Salaam…Mohon maaf jika kurang berkenan, tp kalo boleh kami menjelaskan perspektif kami, kami tidak memandang versi gambarnya tetapi esensinya yang hendak digambarkan oleh lukisan itu adalah Nabi Isa as. yang kita imani juga sebagai Utusan Allah SWT yang termasuk Al-Ulul Adhmi… wallahu a’lam bi shawwab.

  2. sepertinya ada maksud lain dari pemaparan ayat2 diatas….????????
    pasti ada yang *a’ be**r ni!?!?!? terus terang aja lagi pak, umat ini sudah banyak di boongi…., jangan Al Qur’an dijadikan tameng mulu. memang anda yakin kalo gambar Nabi Isa kaya gitu..!?? apakah mengagungkan beliau harus memamerkan gambarnya?? bagaimana pandangan syariat ttg hukum gambar? terlebih seorang Nabi dan Rasul yang Agung? Allahul Must’aan….!! apa yang anda maksud dengan ungkapan “Namun demikian, kita harus untuk mencari al-washilah (sarana pendekatan diri kepada-Nya),” disebelah gambar yesus???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s